Jumat, 05 Oktober 2018

APAKAH SUATU SAAT GEMPA AKAN MENJADI HIBURAN SPERTI GERHANA?

Gerhana karena deskripsi dari saintis aheist yg ngawur serta mampunya kita memprediksi kapan terjadinya gerhana, gerhana yg Allah jadikan sebagai sarana untuk menkut-nakuti hamba-hambaNya agar mereka bertaubat kepadaAllah sekarang sudah dijadikan hiburan oleh hamba-hamba Allah, akankah gempa dan bencana lainnya dijadikan hiburan juga oleh hamba-hamba Allah?


بســــــــــم الله الرحمن الرحيــــــــــــم

📊🌙🕋
•---°°°---•
🚇MENGAPA NIKMAT DIGANTI BENCANA

[ Mari Kita Melakukan Intropeksi Diri & Ambillah Pelajaran Dari Berbagai Macam Bencana Yang Menimpa Ummat Islam/Sunni di berbagai tempat seperti di Lebanon, Iraq, Afganistan, Sudan, Mesir, Suriah dan selainnya ]

❱ Ibnul Qayyim rahimahullah

■ Diantara hukuman akibat dosa-dosa adalah menyebabkan lenyapnya kenikmatan dan datangnya hukuman.
╰✘ Jadi tidaklah sebuah kenikmatan dalam bentuk apapun yang lenyap atau meninggalkan seorang hamba, kecuali sebabnya karena sebuah dosa.
╰✘ Demikian pula tidaklah datang sebuah hukuman kecuali disebabkan karena dosa juga.

◈ Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu:

{ مَا نَزَلْ بَلَاءٌ إِلَّا بِذَنْبٍ، وَلَا رُفِعَ إِلَّا بِتَوْبَةٍ. }

︴“Tidaklah sebuah bencana menimpa kecuali disebabkan karena dosa, dan bencana tersebut tidak akan dihilangkan kecuali dengan taubat.”

◈ Allah Ta’ala berfirman:

{ وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْ عَنْ كَثِيْرٍ. }

︴“Musibah apa saja yang menimpa kalian maka itu akibat perbuatan tangan (dosa-dosa) kalian, itu pun masih banyak yang Allah maafkan.” [QS. Ay-Syura: 30]

◈ Juga firman-Nya:

{ ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوْا مَا بِأَنْفُسِهِمْ. }

︴“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak merubah kenikmatan yang Dia berikan kepada suatu kaum hingga mereka sendirilah yang merubahnya.” [QS. Al-Anfal: 53]

■ Jadi Allah Ta’ala telah mengabarkan bahwa Dia tidak akan merubah kenikmatan yang Dia berikan kepada seorang pun hingga hamba itu sendirilah yang merubahnya.
• Yaitu dia merubah ketaatan kepada Allah dengan maksiat kepada-Nya,
• merubah syukur kepada-Nya dengan tidak mensyukuri-Nya,
• dan merubah sebab-sebab keridhaan-Nya dengan sebab-sebab kemurkaan-Nya.

[↑] Jadi jika seorang hamba merubahnya maka Allah pun merubahnya sebagai balasan yang setimpal, dan Rabb-mu sama sekali tidak berbuat zhalim kepada hamba-hamba-Nya.

■ Sebaliknya, jika seorang hamba merubah maksiat dengan ketaatan, Allah pasti akan merubah hukuman-Nya dengan keselamatan.

◈ Allah Ta’ala berfirman:

{ إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوْا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللهُ بِقَوْمٍ سُوْءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُوْنِهِ مِنْ وَالٍ. }

︴“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri, dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain-Nya.” [QS. Ar-Ra’d: 11]

📚Sumber artikel: [Ad-Daa’ wad Dawaa’, hal. 113-114] // Dikutip dari Al-Majmu’ Al-Qayyim min Kalaam Ibnil Qayyim, hal. 1016

🌏Kunjungi: http://forumsalafy.net/mengapa-nikmat-diganti-bencana/

₪ Dari Channel Telegram @ForumSalafy

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ https://telegram.me/ukhuwahsalaf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar